Kamis, 01 Mei 2014

Kiat,AA GIEM

Kiat Hidup Versi Aa GymSemua kiat-kiat Aa Gym bermuara kepada hati atau MQ. Misalnya, untuk memperoleh kasih sayang maka —tidak bisa tidak— kita harus berjuang keras menghidupkan hati, menghidupkan kasih sayang yang menjadi fitrah kita semua dengan beberapa cara sederhana. Itu antara lain, bisa dilakukan dengan pertama, merasa bersaudara sebagaimana firman Allah SWT yang menegaskan sesama orang mukmin itu bersaudara dan sebagaimana sabda Rasulullah saw., ”Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai Saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Kedua, mengenang jasa baik. Maksudnya, kita itu mudah marah dan benci bila mengingat keburukan orang lain atas diri kita, tapi tatkala ingat pada jasa baiknya kepada kita, mendadak hati kita jadi luluh. Ketiga, meraba derita yakni dengan belajar ”meraba” penderitaan orang lain dan penderitaan yang pernah kita alami, seraya membandingkannya dengan keadaan kita sekarang saat tidak menderita. Demikian halnya, ”meraba” penderitaan dalam konteks sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, dan lainnya. Keempat, silaturahmi. Percaya atau tidak, bila kita rajin sekali bersilaturahmi akan menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti, saling memahami, komunikasi yang baik akan memupus kecurigaan atau prasangka, dan akan timbul pula sinergi saling memberi ilmu, wawasan bahkan tidak jarang terjalin kerja sama yang erat. Kelima, dengan berkirim hadiah yang tidak selalu bermakna barang, tetapi juga bisa berupa ucapan yang baik, salam yang tulus, senyuman dan wajah yang ceria, dan sejenisnya.Di samping itu, untuk memudahkan jamaahnya mengikuti alur pikiran dan mengikuti semua nasihatnya maka Aa Gym menggunakana bahasa-bahasa sederhana dan istilah-istilah hingga mudah untuk diingat. Seperti rumus untuk mencapai pribadi sukses, maka Aa Gym menggunakan rumusan ”7T” yakni meliputi Tenang, Terencana, Terampil, Tertib, Tekun, Tegar, dan Tawadhu. Sementara itu, untuk membentuk pribadi yang simpatik, Aa Gym memakai rumus ”5S” yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.Bukan sebatas itu, Aa Gym juga menciptakan rumus mengatasi persoalan hidup yaitu siap, rida, jangan mempersulit diri, evaluasi diri, dan hanya Allah satu-satunya penolong. Khusus rumus untuk budaya kepemilikan terhadap harta benda maka Aa Gym membuat rumus ”3 B”, yakni Barokah, Bersahaja, dan Bersih. Tujuannya agar dalam mencari dan mempergunakan harta selalu mengingat harta harus berkah karena mencarinya dengan jalan bersih dan digunakan dengan bersahaja (hidup sederhana).Kalau dirunut lebih jauh maka Aa Gym juga memakai rumus ”3 S” yang merupakan rumusan yang berhubungan dengan manajemen konflik yaitu Semangat Bersaudara, Semangat Mencari Solusi, Semangat Maslahat Bersama. Konflik bukan untuk dihindari karena merupakan ”bumbu kehidupan”, melainkan harus dicari solusi dengan semangat kebersamaan dan untuk kepentingan masyarakat banyak.Ada satu rumus yang selalu diceramahkan Aa Gym baik di media elektronik maupun cetak yakni rumus ”3 M” yang bertujuan untuk mengubah diri yang meliputi Mulai Dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal yang Kecil, dan Mulai Saat Ini.Selain itu, terdapat beberapa rumus yang terkesan lebih panjang uraiannya. Semisal rumus ”5 Pantangan di DT” yaitu Pantang Sia-sia, Pantang Mengeluh, Pantang Menjadi Beban, Pantang Berkhianat, Pantang Kotor Hati. Di samping itu, terdapat rumus ”kredibilitas” yaitu Jujur yang bermakna harus terbukti kejujurannya, Cakap atau Profesional, dan Inovatif.Untuk menerjemahkan lebih jauh makna ”MQ”, Aa Gym juga menggunakan beberapa rumus ”Lima Obat Penentram Jiwa” yaitu Cinta Alquran, Salat Tahajud, Bergabung dengan Orang-orang Soleh, Walaupun lapar, tapi tidak mengisi perut dengan makanan sampai kenyang, serta rajin dzikir malam. Kemudian, ada juga rumus atau ”Konsep Menjadi Manusia Unggul” yaitu Percepatan Diri, Sistem yang Kondusif, Bersaing Positif, Sinergi atau Berjemaah, dan Qalbun Salim atau Inti.Dalam menjaga akhlak atau perilaku dengan orang lain, Aa Gym menerjemahkannya dalam rumus ”Menata Hati dalam Bergaul” meliputi ”Aku Bukan Ancaman Bagimu” yang terdiri atas Hindari Penghinaan, Hindari Ikut Campur Urusan Pribadi, Hindari Memotong Pembicaraan, Hindari Membandingkan, Jangan Membela Musuhnya dan Mencaci Kawannya, Hindari Merusak Kebahagiaan, Jangan Mengungkit Masa Lalu, Jangan Mengambil Haknya, Hati-hati dengan Kemarahan, Jangan Menertawakannya, dan Hati-hati dengan Penampilan. Selain itu, seseorang yang ingin sukses dalam bergaul juga harus memahami dapat rumusan ”Aku Menyenangkan Bagimu” yang terdiri atas Wajah Selalu Ceria, Senyum yang Tulus, Kata-kata yang Santun dan Lembut, Senang Menyapa, Bersikap Sangat Sopan, Senangkan Perasaan Orang Lain, Penampilan yang Menyenangkan, Maafkan Kesalahannya. Sementara itu, rumusan ”Aku Bermanfaat Bagimu” meliputi Rajin Bersilaturahmi, Saling Berkirim Hadiah, Tolong dengan Apapun, dan Sumbangkan Ilmu dan Pengalaman.Lepas dari itu semua, pada ujung-ujungnya Aa Gym mengajak umat Islam untuk melakukan ma’rifatullah (mengenal dan mendekat Allah SWT). Menurut Aa Gym, orang yang mengenal Allah sungguh beruntung karena dirinya akan mengalami perubahan yang dahsyat, menjadi orang yang merdeka, tidak akan merasa sepi, menjadi optimis, dan memiliki akhlak yang baik. Bagaimanakah cara agar kita dapat mengenal Allah? Jawabannya, dengan cara memohon kepada Allah SWT, jangan sombong, gemar mencari ilmu, dan amalkan ilmu. Dengan jalan ma’rifatullah maka hidup ini harus dijalani dan dipahami sebagai sesuatu yang sudah dirancang oleh Allah SWT. Hidup ini sebagai bagian dari perjalanan sesuai skenario yang dibuat oleh Allah SWT. Kita hidup harus sesuai dengan kenyataan yang dibuat oleh Sutradara Hidup yaitu Allah SWT. Kalau hidup kita itu ada yang menyenangkan atau menyedihkan hendaknya dipahami sebagai sesuatu yang nyata terjadi dan sudah sepengetahuan-Nya. Oleh karena itu, jika ada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita, baik dalam doa maupun tidak, hendaklah bersegera untuk sadar atas ke-Maha-Kuasa-an Allah SWT.Hendaklah kita belajar untuk ridha terhadap apa pun yang Allah kehendaki terjadi kepada kita, dan menjauhi sikap merana juga meratapi kejadian tersebut. Kita sebaiknya menghindari perkataan yang tidak berguna seperti, ”Kenapa,….kenapa ini terjadi.” Sebab, perkataan sejenis itu tidak akan menolong mengatasi persoalan.
Kalau mau menerapkan MQ ala Aa Gym, tidaklah terlalu rumit. Cukup ingat rumus-rumus yang diberikannya seperti kita mengingat rumus-rumus Fisika, Kimia, maupun Matematika. Selamat  
                                                 

Kiat ,AA, GIEM

5 Kiat Praktis Menghadapi Hidup Menurut Abdullah Gymnastiar

Image
Kali ini, saya akan mengupas isi buku kecil tulisan Abdullah Gymnastiar yang populer dengan panggilan Aa’ Gym. Tau kan ya siapa Beliau? Jangan bilang ga kenal ya.. hehehe. Yup, saya tertarik sekali untuk kembali menyajikan isi buku kecilnya. Kontennya sangat menarik untuk dipahami dan dihayati. Tentang apa siih ? well, buku kecilnya ini menyajikan “5 kita praktis menghadapi persoalan hidup”. Diproduksi di tahun 2011 dan di terbitkan oleh MQS Publishing, buku kecil ini hanya terdiri dari 32 halaman atau sekitar 16 lembar di luar cover buku. Tapi, temans… isinya sangat cetar membahana. Menyentuh dan sangat praktikal sekali. Secara personal, saya setuju sekali dengan apa yang Beliau kupas dalam buku ini. Penasarann…? hayuuuu di baca paragraf selanjutnya.
Well, menurut Aa’ hidup itu sebenarnya adalah episode penuh masalah. Masalah dihadirkan justru untuk memperkaya warna kehidupan. Coba ingat kembali, siapa yang selama hidupnya tidak pernah mendapatkan masalah? Tidak ada bukan..! tentu saja, bahkan Rasulullah sedari kecil sudah dihinggapi dengan berbagai masalah. Masih ingat seperti apa perlakuan yang diperoleh  Beliau di Mekkah ? dilempari batu dan kotoran unta, dikatain gila bahkan dikejar-kejar untuk dibunuh. Apa yang Rasulullah alami sebenarnya jauh lebih berat dari kita.  Berkaca dengan kehidupan Rasulullah, lantas membuat saya berpikir bahwa tidak ada gunanya berputus asa. Selalu dan Pasti ada jalan keluar. Rasulullah sudah mencontohkan dengan sangat baik bahwa jalan keluar itu adalah mendekatkan diri pada Pemilik semesta alam.
Image
Kawan, kita diibaratkan seperti pohon yang semakin bertambahnya usia maka semakin meninggi pula pohon tersebut. Masih ingat ya, semakin pohon tersebut meninggi maka sudah sewajarnya pula, angin yang menerpa pucuk pohon pun akan semakin kencang. Di buku kecil ini, berulang kali Aa’ Gym mengingatkan bahwa dalam kenyataannya hidup ini akan semakin berat. Semakin menanjak level kita, maka akan semakin besar tantangan yang harus diterima dan diselesaikan. Begitulah sunatullah nya..!
Pernah naik tangga kan ya? Atau pernah mendaki gunung ? coba kita ingat kembali, apa yang sobat rasakan ketika menaiki tangga di gedung bertingkat ? atau masih lekatkah di ingatan dirimu ketika mendaki gunung yang tinggi? Apa yang dikau rasakan saat itu? Lelah tidak ? Tentu, semakin kita menaiki undakan tangga, maka energi yang dibutuhkan akan semakin besar. Kemudian, kita akan berpeluh keringat dan nafas pun akan terengah-engah.  Begitulah yang akan terjadi pada hidup jika kita memutuskan naik level. Akan sangat banyak pengorbanan dan energi yang wajib kita keluarkan. Pun kita harus akan segera berpeluh dan terengah-engah pada fase itu. Contoh real-nya saja adalah saya sendiri. Beberapa bulan yang lalu, saya memutuskan untuk sekolah lagi. Saya sangat tahu, memutuskan untuk kembali bersekolah lagi adalah keputusan yang penuh tantangan. Karena dengan bersekolah lagi maka saya sadar bahwa saya akan segera kembali berkutat dengan tugas kuliah maupun thesis. Banyak sekali pengorbanan yang pasti dilakukan. Apa itu? Yaaa,, hidup sendiri di tempat orang, jauh dari orang tua dan keluarga, tugas-tugas kuliah yang menggila, tuntutan universitas dan sebagainya. tapi, saya bisa saja tidak  mengambil pilihan ini . kembali berkumpul dengan keluarga tercinta, teman-teman,  dan hanya menyibukkan diri dengan aktifitas mengajar. Tapi, pasti saya tidak akan pernah bisa belajar banyak. Sebanyak apa yang saya dapatkan saat ini. Dengan keyakinan penuh, saya sangat menyadari akan tiba masanya dimana saya akan segera menikmati perjuangan ini. Bukankah tidak ada kesulitan yang kekal ?
Kembali dalam buku ini, Aa’ gym menghentak saya dengan paradigma bahwa justru permasalahan, tantangan dan hambatan yang dialami manusia dalam hidup, sebenarnya adalah karunia Allah. Suatu karunia karena  dengan permasalahan itulah kita mampu belajar banyak. Beliau menjelaskan di saat- saat seperti ini biasanya peluang untuk semakin dekat dengan Allah justru lebih besar. Kenapa ya? Karena bukannya kita lebih banyak ingat Allah justru saat sempit melanda. *sighh…*
Lebih lanjut, Aa’ gym menggambarkan orang-orang yang dalam hidupnya tidak  pernah mengalami masalah atau tantangan, maka mereka pun tidak akan memiliki tingkat kesungguhan yang tinggi dalam memohon pertolongan Allah. Mental mereka tidak akan terdidik dan terlatih untuk menjawab tantangan kehidupan. Sebetulnya, hidup itu memang benar-benar bagaimana cara kita menyikapinya. Oleh karenanya, lima kiat praktis dan sederhana disajikan oleh Beliau dalam buku kecilnya, check it out ya ..
  1. Siap
Bersiap akan apapun yang segera menimpa kita adalah langkah pertama yang disajikan dalam buku ini. Point pentingnya adalah melatih mental dan mendewasakan diri, agar ketika masalah itu menerpa, kita justru sudah siap dan cukup kuat untuk menghadapinya. Menurut saya, sulit untuk dilaksanakan tapi mudah sekali menuliskannya disini. Tapi disini, lagi-lagi Penulis mengingatkan bahwa dalam hidup ini tidak jarang terjadi sesuatu yang di luar jangkauan kita, diluar dugaan dan kemampuan untuk mencegahnya. Jika tidak siap, maka segera kita akan dipenuhi oleh kekecewaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan dan sebagainya. Satu hal yang pasti, selalu ingatlah Allah swt selalu punya rencana terbaik untuk kita. Dia yang maha tahu atas segala sesuatu, berkuasa atas dunia dan seisinya.  Jadi, cukup Allah saja tempat menghamba dan mengharap. Mohonkan saja, agar kita tetap berada disisiNya saat angin kencang itu menerpa. Ingat selalu ingat bahwa tidak ada kesulitan yang kekal pun tidak akan pernah ada kemudahan yang tak berkesudahan. Semuanya hadir silih berganti agar kita lebih dewasa dan bijaksana menyikapinya.
2.      Ridha
Benar kawan, meridhoi apapun yang sudah terjadi merupakan salah satu tips sederhana itu. Kata Aa’ Gym, ketika berada di episode yang sulit, kita harus benar-benar arif dalam menyikapi setiap episode dengan lapang dada dan berkepala dingin serta ikhlas. Berkeluh kesah justru tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Saat itu terjadi, tetaplah berbaik sangka padanya. Ingat,,,..! ada sesuatu yang Allah ingin kita pelajari disini. Ia mendidik  kita, menjadikan kita lebih kuat. Berbaik sangkalah, insya Allah maka kelapangan itu akan segera diperoleh. Aa’ menjelaskan bahwa sudah waktunya kita belajar menerima kenyataan yang ada. Tapi jangan dirimu lupakan, pikiran dan tubuh wajib berikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang Allah ridhoi.
3.      Jangan mempersulit diri
Disini saya kembali tercekat dengan untaian tulisan penulis. Menurut Beliau, sesungguhnya kita ini paling hobi mendramatisasi dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Benar sekali..! justru inilah yang acapkali saya alami. Masalah kebanyakan dipikirkan dengan cara yang rumit dan tentu saja sikap inilah yang semakin membuat permasalahan  lebih seram, lebih besar, lebih pahit dan lebih pilu dari kenyataan yang ada.
Maka, dalam menghadapi persoalan apa pun  jangan segera terhanyut dan tenggelam dalam pikiran yang salah. Tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan pertolongan Allah adalah tips luar biasa yang kudu dilaksanakan. Karena menurut penulis, ujian berupa persoalan hidup adalah salah satu cara Allah dalam menyaring mana hamba-hambaNya yang benar-benar beriman kepadaNya. Disini, Allah akan melihat bagaimana respon kita terhadap masalah-masalah tersebut.
4.      Evaluasi Diri
Ya…. segera evaluasi diri kita saat persoalan itu hadir. Karena dianalogikan oleh penulis bahwa hidup ini bagai gaung di pergunungan. Apa yang kita bunyikan, suara itulah yang akan kembali kepada kita. Artinya, segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. Bukankah Allah itu maha peka ? maka sekecil apa pun yang kita lakukan akan segera mendapatkan balasan dariNya. Dengan mengevaluasi diri maka diharapkan kita akan menjadi jauh lebih baik. Membaik karena belajar dari permasalahan yang ada dan tidak mengulanginya lagi. Jadikanlah setiap masalah menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Karena dengan begitulah, karunia dari problema kehidupan bisa segera dipetik. ^^
5.      Hanya Allah satu-satunya pertolongan
Lagi, disini Beliau kembali menekankan untuk tidak takut pada persoalan kehidupan. Yang seharusnya kita takutkan adalah sikap berputus asa dari luasnya rahmat pertolonganNya. Ingat kawan, sesungguhnya, tidak akan terjadi sesuatu kecuali atas izin Allah. Pahami konsep ini ! karena dengan memahaminya, kita justru akan terlecut bahwa persoalan yang tengah dihadapi adalah salah satu bentuk skenarioNya. Jangan takut….! Allah pasti menyediakan jalan keluarnya. Jadikanlah Ia sebagai satu-satunya tempat menghamba, memohon dan mengharap pertolongan. Percayalah, kita tidak akan menemui kekecewaan barang sedikit pun jika menghamba padaNya. Tidak,..! segera tidak akan kita temui..! karena Dia-lah pemilik setiap hembusan nafas yang kita miliki. Jadi, percayalah He will never leave us alone. NEVER..!!!
Begitulah 5 tips praktis yang dikemukakan oleh seorang Abdullah Gymnastiar. Luar biasa menurut saya. Karena saya belajar banyak dari buku kecil dan tipis ini. Teringat dirimu, maka segera saya hadirkan kembali isi buku ini disini. Hmmmm….. Saya hanya ingin teman-teman merasakan apa yang rasakan ketika membaca buku ini. Tulisan saya ini tidak begitu bagus, pun masih banyak kekurangan disana-sini. Sebenarnya, saya harus mengendapkan tulisan ini sebelum dipublish. Tujuannya, agar dikemudian hari kesalahan-kesalahan yang tercipta bisa diperbaiki. Hehe tapi,,,, saya justru merindukan feedback dari kalian. Dan kemudian, berdasarkan masukan itu nanti akan saya edit dan dijadikan acuan untuk postingan selanjutnya. Hehehe..! So,, this life is only our outlook towards life.
#tulisan saya yang jelek ini jangan di plagiat ya,, hehehe… jika, ingin di re-post, silahkan dengan mencantumkan alamat blog saya#

Leave a Reply

Kiat AA, GIEM

TIPS SUKSES ALA AA GYM : RAIH DENGAN 7B

Tips sukses..aa gym..sukses hakiki..bahagia di dunia dan akhirat… raih dengan 7B
AA GYM
AA GYM
Saya adalah pengemar pemikiran Aa Gym. Berikut ini ada tips dari Aa Gym bagaimana kita mencapai kesuksesan.
 

TIPS SUKSES ALA AA GYM : RAIH DENGAN 7B

 
Tidak ada orang yang menolak sukses, tetapi tidak banyak orang yang tahu cara mencapai kesuksesan hakiki. Kita coba meraih itu dengan cara yang mudah, yaitu 7B. Kalau tahapan ini dilakukan dengan baik, jangan kaget jika kita bangkit, orang-orang di sekitar kita pun ikut, bahkan negeri yang tercinta ini juga ikut bangkit. Semoga kiat ini bisa menjadi bahan renungan sekaligus motivator bagi kita semua. Betapa kesuksesan tidak sekedar diukur dari melimpahnya harta, gelar, pangkat, maupun jabatan.
  1. Beribadah dengan Benar dan Istiqomah. Allah menyediakan bumi dan seisinya sebagai fasilitas berkarya dan bekal agar manusia dapat mengabdi kepada-Nya. Untuk itu agar kita tidak salah dalam menyikapi kehidupan dunia ini, diperlukan keyakinan yang mendalam bahwa sesungguhnya kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Ibadah sebenarnya akan membuat hidup kita semakin jelas. Orang yang tidak menjadikan ibadah sebagai pondasi hidupnya, tidak akan pernah tahu orientasi hidup yang sesungguhnya.
  2. Berakhlak Terpuji. Seorang pedagang yang sopan dan jujur akan lebih disukai oleh para pembeli. Kehadirannya sangat dinanti dan dirindukan sehingga barang dagangannyaakan mudah laku. Akhlak didefinisikan sebagai respon spontan. Akhlak biasanya akan terlihat manakala kita menrespon suatu masalah. Akhlak kita akan terlihat dari cara kita merespon nikmat, musibah, pujian, ataupun caci maki.
  3. Belajar dan Berlatih Tiada Henti. Seorang yang sudah tahu arti kehidupan tidak akan panik menghadapi kehidupan. Akan tetapi, orang yang sedikit ilmunyaakan terombang-ambing tersapu ombak kehidupan. Ketika memperoleh kesenangan akan membabi buta dan dalam kesedihannya akan terpuruk putus asa. Sekali lagi, ingat sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang ingin dunia harus dengan ilmu. Barangsiapa yang ingin akhirat harus dengan ilmu. Barangsiapa yang ingin dunia dan akhirat harus dengan ilmu.” Kesuksesan dapat diraih dengan menguasai ilmu. Belajar tiada henti adalah cara kita untuk meraih kekayaan hakiki. Insya Allah.
  4. Bekerja Keras dengan Cerdas dan Ikhlas. Kita harus menggunakan strategi dalam bekerja. Artinya, bukan hanya potensi fisik yang harus kita kerahkan, melainkan juga harus menggunakan potensi lainnya dari diri kita, yaitu akal dan qolbu (hati). Oleh karena itu, apabila kita tidak serius menggunakan otak dan hati kita, yang kita lakukan adaah bekerja pontang-panting siang dan malam tanpa hasil maksimal. Semua energi kita terkuras karena kita bekerja keras, tetapi tidak efektif dan efisien.
  5. Bersahaja dalam Hidup. ” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudaranya setan dan setan iu sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS al israa [17]: 26-27). Dari ayat tadi jelaslah kiranya bahwa sikap boros lebih dekat dengan perilaku setan. Naudzubillaah. Perilaku boros adalah salah satu tipu daya setan terkutuk yang dapat membuat harta yang kita miliki tidak efektif mengangkat derajat kita. Harta yang dimiliki menjerumuskan, membelenggu, dan menjebak kita dalam kubangan tipu daya. Semua itu karena kita salah dalam menyikapinya.
  6. Bantu Sesama. Sebaik-baik manusia adalah yang selalu membawa manfaat bagi manusia lain. Oleh karena itu, kita tidak bisa mengukur kesuksesan seseorang dari apa yang dikumpulkannya, melainkan apa yang dia distribusikannya. Itulah sebabnya, mengapa aspek mambantu sesama menjadi salah satu kita mewujudkan visi menjadi kaya sejati. Apabila kita memiliki rizki dan ilmu, orientasi kita adalah mendistribusikan keduanya untuk menguatkan orang lain.
  7. Bersihkan Hati Selalu. Allah mengilhamkan kepada kita potensi baik dan buruk. Kitalah yang berperan mengembangkannya. Apakah nantinya potensi baik yang lebih dominan kita kembangkan atau malah potensi buruknya? Potensi inilah yang ada di dalam qolbu, di dalam hati kita. Qolbu inilah yang membuat otak cerdas dan badan kuat menjadi mulia. Dengan qolbu yang hidup inilah orang lumpuh pun bisa menjadi mulia. Orang yang tidak begitu cerdas pun bisa menjadi mulia. Yang demikian terjadi jika hati kita selalu bersih.

Kiat KIat AA,,GIEM

Lima Cara Sederhana Menghadapi Cobaan Hidup. Oleh: Aa Gym

21 Oktober 2012 pukul 6:50


1.  Siap menerima suatu cobaan
Kita terkadang lupa bahwa pangkal dari masalah kita bukan masalah itu sendiri, tetapi bagaimana menyikapi/menerima suatu cobaan. Seperti menghadapi suatu ujian. Apabila kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, maka umumnya kita akan mendapatkan hasil yang baik pula. Tetapi kita juga harus ingat bahwa tidak semua yang kita inginkan akan terwujud. Oleh karena itu, kita harus siap pula dengan kegagalan dan jangan hanya siap dengan kesuksesan. Semakin siap kita untuk menghadapi suatu kegagalan, semakin ringan masalah tersebut akan dirasakan oleh kita. Mulailah dengan niat yang baik, ikhtiar semampu kita, tapi jangan terkunci oleh keinginan dan nafsu kita, serahkan semuanya kepada Allah SWT.
2.       Kalau sudah terjadi, kuncinya adalah ridho/diterima
Seringkali saat mengalami suatu masalah/musibah, kita cenderung berpikir “seandainya saya pergi lebih cepat”, “seandainya kita belajar lebih giat”, dsb. Hal itu menandakan bahwa kita adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak tenang dalam menghadapi berbagai cobaan serta masalah hidup. Apabila kita mencoba berpikir lebih dalam, banyak orang menderita bukan karena kenyataan yang terjadi tetapi karena tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita sudah siap untuk menerima berbagai cobaan dari awal dan bukan di akhir, InsyaAllah kita akan menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam menghadapi berbagai ujian dalam hidu kita.
3.       Jangan mempersulit diri,  “mudahkan urusanmu”
Apabila kita pikirkan baik-baik. Setiap kita mendapatkan masalah, pada umumnya kita menderita karena pikiran kita sendiri. Banyak orang menderita karena memikirkan yang belum ada dan bukan mensyukuri yang sudah ada. Orang tersebut bukan kurang rizki tetapi kurang iman. Kita jangan takut tidak akan mempunyai rizki yang cukup, tapi takut tidak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita miliki!  Kita harus ingat bahwa kita dihormati orang lain  bukan karena kita mulia, tapi karena Allah SWT menutupi dosa, aib, dan kesalahan kita!
Aa gym pun mengatakan terdapat beberapa babak dalam hidupnya: babak ngetop, babak belur, hingga babak baru. Beliau juga berkata bahwa pujian jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan dicaci maki. Karena pujian mendekatkan kita ke kemunafikan.  Namun, dari hal tersebut beliau menyadari bahwa memang terkadang inilah ujian yang diberikan oleh Allah SWT terhadap hambaNya untuk menaikkan derajatnya. Jangan membebani diri kita dengan berbagai masalah yang sudah ada.
4.       Evaluasi diri (bertaubat)
“Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”
QS An-Nisa ayat 79
Terkadang kita lalai dalam mengevaluasi diri kita setelah tertimpa masalah/musibah. Kita cenderung mengedepankan emosi serta mencari-cari kesalahan orang lain. Kita harus ingat bahwa sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari dosa. Cara untuk menghilangkan/megurangi dosa tersebut tentu dengan bertaubat.
Dalam menghadapi berbagai masalah pun kita harus ingat bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak ada solusinya. Tidak ada guru yang memberikan soal tanpa ada kunci jawaban. Tidak ada seseorang membuat lubang kunci tanpa pasangan kuncinya. Salah satu jalan utama untuk mendapatkan jawaban dari masalah kita adalah dengan bertaubat! Pada intinya adalah kita harus instropeksi terhadap kesalahan diri kita sendiri dan jangan melihat/mencari kesalahan orang lain. Seperti kisah Nabi Adam a.s. yang memakan buah terlarang dan akhirnya dikirim ke dunia sebagai hukuman. Beliau menjadi mulia karena bertaubat dan bukan karena menyalahkan iblis yang telah membujuknya. Begitu juga dengan Nabi Yunus a.s. yang dimakan oleh ikan paus karena sempat lalai terhadap umatnya. Beliau pun selamat karena bertaubat.
5.       Cukuplah Allah SWT sebagai penolong kita (hanya bersandar kepada Allah SWT)
  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
  2. dari kejahatan makhluk-Nya,
  3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
  4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukangsihir yang menghembus pada buhul-buhul,
  5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”
QS Al Falaq 1-5 
Seringkali sebagai manusia, kita bersandar kepada jabatan, kekayaan, suami, istri, orangtua, saudara/kerabat dengan jabatan tinggi, dsb. Namun satu hal yang tidak kita sadari adalah kita sering bergantung kepada sesuatu yang tidak kekal. Kaya bisa menjadi miskin, kerabat bisa meninggal atau hubungan bisa menjadi renggang dan jabatan seseorang bisa hilang sewaktu-waktu. Begitu semua hal tersebut diambil/hilang kita akan kehilangan tempat bergantung. Namun apabila kita bersandar kepada Allah SWT yang kekal,  kita tidak akan kehilangan apa-apa karena kita bersandar kepada yang kekal dan pemilik alam semesta. Hal ini pun tercermin dari cara Nabi Muhammad SAW mengajarkan agama islam. Rasulullah menyebarkan agama islam dengan mengajarkan ilmu tauhid terlebih dahulu, yaitu ilmu mengenal Allah SWT. Baru setelah itu Rasulullah mengajarkan mengenai solat dan ibadah-ibadah lainnya. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa yang terpenting adalah mengenal Allah SWT terlebih dahulu.
Akhirul kata, derajat seseorang ditentukan pula oleh masalah yang dialaminya. Semakin tinggi derajat/mulia seseorang semakin berat pula masalah yang akan dihadapinya. Yang menentukan apakah kita akan menjadi lebih mulia atau tidak adalah bagaimana kita menyikapi dan mengevaluasi diri sesudahnya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada hamba-hambaNya dalam menghadapi&menyikapi berbagai masalah yang  kita hadapi, Amin YRA…
Wassalamualaikum Wr. Wb.