Kiat Hidup Versi Aa GymSemua
kiat-kiat Aa Gym bermuara kepada hati atau MQ. Misalnya, untuk
memperoleh kasih sayang maka —tidak bisa tidak— kita harus berjuang
keras menghidupkan hati, menghidupkan kasih sayang yang menjadi fitrah
kita semua dengan beberapa cara sederhana. Itu antara lain, bisa
dilakukan dengan pertama, merasa bersaudara sebagaimana firman
Allah SWT yang menegaskan sesama orang mukmin itu bersaudara dan
sebagaimana sabda Rasulullah saw., ”Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai Saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Kedua,
mengenang jasa baik. Maksudnya, kita itu mudah marah dan benci bila
mengingat keburukan orang lain atas diri kita, tapi tatkala ingat pada
jasa baiknya kepada kita, mendadak hati kita jadi luluh. Ketiga,
meraba derita yakni dengan belajar ”meraba” penderitaan orang lain dan
penderitaan yang pernah kita alami, seraya membandingkannya dengan
keadaan kita sekarang saat tidak menderita. Demikian halnya, ”meraba”
penderitaan dalam konteks sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik,
dan lainnya. Keempat,
silaturahmi. Percaya atau tidak, bila kita rajin sekali bersilaturahmi
akan menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti, saling memahami,
komunikasi yang baik akan memupus kecurigaan atau prasangka, dan akan
timbul pula sinergi saling memberi ilmu, wawasan bahkan tidak jarang
terjalin kerja sama yang erat. Kelima,
dengan berkirim hadiah yang tidak selalu bermakna barang, tetapi juga
bisa berupa ucapan yang baik, salam yang tulus, senyuman dan wajah yang
ceria, dan sejenisnya.Di
samping itu, untuk memudahkan jamaahnya mengikuti alur pikiran dan
mengikuti semua nasihatnya maka Aa Gym menggunakana bahasa-bahasa
sederhana dan istilah-istilah hingga mudah untuk diingat. Seperti rumus
untuk mencapai pribadi sukses, maka Aa Gym menggunakan rumusan ”7T”
yakni meliputi Tenang, Terencana, Terampil, Tertib, Tekun, Tegar, dan
Tawadhu. Sementara itu, untuk membentuk pribadi yang simpatik, Aa Gym
memakai rumus ”5S” yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.Bukan
sebatas itu, Aa Gym juga menciptakan rumus mengatasi persoalan hidup
yaitu siap, rida, jangan mempersulit diri, evaluasi diri, dan hanya
Allah satu-satunya penolong. Khusus rumus untuk budaya kepemilikan
terhadap harta benda maka Aa Gym membuat rumus ”3 B”, yakni Barokah,
Bersahaja, dan Bersih. Tujuannya agar dalam mencari dan mempergunakan
harta selalu mengingat harta harus berkah karena mencarinya dengan jalan
bersih dan digunakan dengan bersahaja (hidup sederhana).Kalau
dirunut lebih jauh maka Aa Gym juga memakai rumus ”3 S” yang merupakan
rumusan yang berhubungan dengan manajemen konflik yaitu Semangat
Bersaudara, Semangat Mencari Solusi, Semangat Maslahat Bersama. Konflik
bukan untuk dihindari karena merupakan ”bumbu kehidupan”, melainkan
harus dicari solusi dengan semangat kebersamaan dan untuk kepentingan
masyarakat banyak.Ada
satu rumus yang selalu diceramahkan Aa Gym baik di media elektronik
maupun cetak yakni rumus ”3 M” yang bertujuan untuk mengubah diri yang
meliputi Mulai Dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal yang Kecil, dan Mulai
Saat Ini.Selain
itu, terdapat beberapa rumus yang terkesan lebih panjang uraiannya.
Semisal rumus ”5 Pantangan di DT” yaitu Pantang Sia-sia, Pantang
Mengeluh, Pantang Menjadi Beban, Pantang Berkhianat, Pantang Kotor Hati.
Di samping itu, terdapat rumus ”kredibilitas” yaitu Jujur yang bermakna
harus terbukti kejujurannya, Cakap atau Profesional, dan Inovatif.Untuk
menerjemahkan lebih jauh makna ”MQ”, Aa Gym juga menggunakan beberapa
rumus ”Lima Obat Penentram Jiwa” yaitu Cinta Alquran, Salat Tahajud,
Bergabung dengan Orang-orang Soleh, Walaupun lapar, tapi tidak mengisi
perut dengan makanan sampai kenyang, serta rajin dzikir malam. Kemudian,
ada juga rumus atau ”Konsep Menjadi Manusia Unggul” yaitu Percepatan
Diri, Sistem yang Kondusif, Bersaing Positif, Sinergi atau Berjemaah,
dan Qalbun Salim atau Inti.Dalam
menjaga akhlak atau perilaku dengan orang lain, Aa Gym menerjemahkannya
dalam rumus ”Menata Hati dalam Bergaul” meliputi ”Aku Bukan Ancaman
Bagimu” yang terdiri atas Hindari Penghinaan, Hindari Ikut Campur Urusan
Pribadi, Hindari Memotong Pembicaraan, Hindari Membandingkan, Jangan
Membela Musuhnya dan Mencaci Kawannya, Hindari Merusak Kebahagiaan,
Jangan Mengungkit Masa Lalu, Jangan Mengambil Haknya, Hati-hati dengan
Kemarahan, Jangan Menertawakannya, dan Hati-hati dengan Penampilan. Selain
itu, seseorang yang ingin sukses dalam bergaul juga harus memahami
dapat rumusan ”Aku Menyenangkan Bagimu” yang terdiri atas Wajah Selalu
Ceria, Senyum yang Tulus, Kata-kata yang Santun dan Lembut, Senang
Menyapa, Bersikap Sangat Sopan, Senangkan Perasaan Orang Lain,
Penampilan yang Menyenangkan, Maafkan Kesalahannya. Sementara itu,
rumusan ”Aku Bermanfaat Bagimu” meliputi Rajin Bersilaturahmi, Saling
Berkirim Hadiah, Tolong dengan Apapun, dan Sumbangkan Ilmu dan
Pengalaman.Lepas dari itu semua, pada ujung-ujungnya Aa Gym mengajak umat Islam untuk melakukan ma’rifatullah
(mengenal dan mendekat Allah SWT). Menurut Aa Gym, orang yang mengenal
Allah sungguh beruntung karena dirinya akan mengalami perubahan yang
dahsyat, menjadi orang yang merdeka, tidak akan merasa sepi, menjadi
optimis, dan memiliki akhlak yang baik. Bagaimanakah cara agar kita
dapat mengenal Allah? Jawabannya, dengan cara memohon kepada Allah SWT,
jangan sombong, gemar mencari ilmu, dan amalkan ilmu. Dengan jalan ma’rifatullah
maka hidup ini harus dijalani dan dipahami sebagai sesuatu yang sudah
dirancang oleh Allah SWT. Hidup ini sebagai bagian dari perjalanan
sesuai skenario yang dibuat oleh Allah SWT. Kita hidup harus sesuai
dengan kenyataan yang dibuat oleh Sutradara Hidup yaitu Allah SWT. Kalau
hidup kita itu ada yang menyenangkan atau menyedihkan hendaknya
dipahami sebagai sesuatu yang nyata terjadi dan sudah sepengetahuan-Nya.
Oleh karena itu, jika ada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan
kita, baik dalam doa maupun tidak, hendaklah bersegera untuk sadar atas
ke-Maha-Kuasa-an Allah SWT.Hendaklah
kita belajar untuk ridha terhadap apa pun yang Allah kehendaki terjadi
kepada kita, dan menjauhi sikap merana juga meratapi kejadian tersebut.
Kita sebaiknya menghindari perkataan yang tidak berguna seperti, ”Kenapa,….kenapa ini terjadi.” Sebab, perkataan sejenis itu tidak akan menolong mengatasi persoalan.
Kalau
mau menerapkan MQ ala Aa Gym, tidaklah terlalu rumit. Cukup ingat
rumus-rumus yang diberikannya seperti kita mengingat rumus-rumus Fisika,
Kimia, maupun Matematika. Selamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar