Kamis, 01 Mei 2014

Kiat,AA GIEM

Kiat Hidup Versi Aa GymSemua kiat-kiat Aa Gym bermuara kepada hati atau MQ. Misalnya, untuk memperoleh kasih sayang maka —tidak bisa tidak— kita harus berjuang keras menghidupkan hati, menghidupkan kasih sayang yang menjadi fitrah kita semua dengan beberapa cara sederhana. Itu antara lain, bisa dilakukan dengan pertama, merasa bersaudara sebagaimana firman Allah SWT yang menegaskan sesama orang mukmin itu bersaudara dan sebagaimana sabda Rasulullah saw., ”Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai Saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Kedua, mengenang jasa baik. Maksudnya, kita itu mudah marah dan benci bila mengingat keburukan orang lain atas diri kita, tapi tatkala ingat pada jasa baiknya kepada kita, mendadak hati kita jadi luluh. Ketiga, meraba derita yakni dengan belajar ”meraba” penderitaan orang lain dan penderitaan yang pernah kita alami, seraya membandingkannya dengan keadaan kita sekarang saat tidak menderita. Demikian halnya, ”meraba” penderitaan dalam konteks sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, dan lainnya. Keempat, silaturahmi. Percaya atau tidak, bila kita rajin sekali bersilaturahmi akan menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti, saling memahami, komunikasi yang baik akan memupus kecurigaan atau prasangka, dan akan timbul pula sinergi saling memberi ilmu, wawasan bahkan tidak jarang terjalin kerja sama yang erat. Kelima, dengan berkirim hadiah yang tidak selalu bermakna barang, tetapi juga bisa berupa ucapan yang baik, salam yang tulus, senyuman dan wajah yang ceria, dan sejenisnya.Di samping itu, untuk memudahkan jamaahnya mengikuti alur pikiran dan mengikuti semua nasihatnya maka Aa Gym menggunakana bahasa-bahasa sederhana dan istilah-istilah hingga mudah untuk diingat. Seperti rumus untuk mencapai pribadi sukses, maka Aa Gym menggunakan rumusan ”7T” yakni meliputi Tenang, Terencana, Terampil, Tertib, Tekun, Tegar, dan Tawadhu. Sementara itu, untuk membentuk pribadi yang simpatik, Aa Gym memakai rumus ”5S” yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.Bukan sebatas itu, Aa Gym juga menciptakan rumus mengatasi persoalan hidup yaitu siap, rida, jangan mempersulit diri, evaluasi diri, dan hanya Allah satu-satunya penolong. Khusus rumus untuk budaya kepemilikan terhadap harta benda maka Aa Gym membuat rumus ”3 B”, yakni Barokah, Bersahaja, dan Bersih. Tujuannya agar dalam mencari dan mempergunakan harta selalu mengingat harta harus berkah karena mencarinya dengan jalan bersih dan digunakan dengan bersahaja (hidup sederhana).Kalau dirunut lebih jauh maka Aa Gym juga memakai rumus ”3 S” yang merupakan rumusan yang berhubungan dengan manajemen konflik yaitu Semangat Bersaudara, Semangat Mencari Solusi, Semangat Maslahat Bersama. Konflik bukan untuk dihindari karena merupakan ”bumbu kehidupan”, melainkan harus dicari solusi dengan semangat kebersamaan dan untuk kepentingan masyarakat banyak.Ada satu rumus yang selalu diceramahkan Aa Gym baik di media elektronik maupun cetak yakni rumus ”3 M” yang bertujuan untuk mengubah diri yang meliputi Mulai Dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal yang Kecil, dan Mulai Saat Ini.Selain itu, terdapat beberapa rumus yang terkesan lebih panjang uraiannya. Semisal rumus ”5 Pantangan di DT” yaitu Pantang Sia-sia, Pantang Mengeluh, Pantang Menjadi Beban, Pantang Berkhianat, Pantang Kotor Hati. Di samping itu, terdapat rumus ”kredibilitas” yaitu Jujur yang bermakna harus terbukti kejujurannya, Cakap atau Profesional, dan Inovatif.Untuk menerjemahkan lebih jauh makna ”MQ”, Aa Gym juga menggunakan beberapa rumus ”Lima Obat Penentram Jiwa” yaitu Cinta Alquran, Salat Tahajud, Bergabung dengan Orang-orang Soleh, Walaupun lapar, tapi tidak mengisi perut dengan makanan sampai kenyang, serta rajin dzikir malam. Kemudian, ada juga rumus atau ”Konsep Menjadi Manusia Unggul” yaitu Percepatan Diri, Sistem yang Kondusif, Bersaing Positif, Sinergi atau Berjemaah, dan Qalbun Salim atau Inti.Dalam menjaga akhlak atau perilaku dengan orang lain, Aa Gym menerjemahkannya dalam rumus ”Menata Hati dalam Bergaul” meliputi ”Aku Bukan Ancaman Bagimu” yang terdiri atas Hindari Penghinaan, Hindari Ikut Campur Urusan Pribadi, Hindari Memotong Pembicaraan, Hindari Membandingkan, Jangan Membela Musuhnya dan Mencaci Kawannya, Hindari Merusak Kebahagiaan, Jangan Mengungkit Masa Lalu, Jangan Mengambil Haknya, Hati-hati dengan Kemarahan, Jangan Menertawakannya, dan Hati-hati dengan Penampilan. Selain itu, seseorang yang ingin sukses dalam bergaul juga harus memahami dapat rumusan ”Aku Menyenangkan Bagimu” yang terdiri atas Wajah Selalu Ceria, Senyum yang Tulus, Kata-kata yang Santun dan Lembut, Senang Menyapa, Bersikap Sangat Sopan, Senangkan Perasaan Orang Lain, Penampilan yang Menyenangkan, Maafkan Kesalahannya. Sementara itu, rumusan ”Aku Bermanfaat Bagimu” meliputi Rajin Bersilaturahmi, Saling Berkirim Hadiah, Tolong dengan Apapun, dan Sumbangkan Ilmu dan Pengalaman.Lepas dari itu semua, pada ujung-ujungnya Aa Gym mengajak umat Islam untuk melakukan ma’rifatullah (mengenal dan mendekat Allah SWT). Menurut Aa Gym, orang yang mengenal Allah sungguh beruntung karena dirinya akan mengalami perubahan yang dahsyat, menjadi orang yang merdeka, tidak akan merasa sepi, menjadi optimis, dan memiliki akhlak yang baik. Bagaimanakah cara agar kita dapat mengenal Allah? Jawabannya, dengan cara memohon kepada Allah SWT, jangan sombong, gemar mencari ilmu, dan amalkan ilmu. Dengan jalan ma’rifatullah maka hidup ini harus dijalani dan dipahami sebagai sesuatu yang sudah dirancang oleh Allah SWT. Hidup ini sebagai bagian dari perjalanan sesuai skenario yang dibuat oleh Allah SWT. Kita hidup harus sesuai dengan kenyataan yang dibuat oleh Sutradara Hidup yaitu Allah SWT. Kalau hidup kita itu ada yang menyenangkan atau menyedihkan hendaknya dipahami sebagai sesuatu yang nyata terjadi dan sudah sepengetahuan-Nya. Oleh karena itu, jika ada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita, baik dalam doa maupun tidak, hendaklah bersegera untuk sadar atas ke-Maha-Kuasa-an Allah SWT.Hendaklah kita belajar untuk ridha terhadap apa pun yang Allah kehendaki terjadi kepada kita, dan menjauhi sikap merana juga meratapi kejadian tersebut. Kita sebaiknya menghindari perkataan yang tidak berguna seperti, ”Kenapa,….kenapa ini terjadi.” Sebab, perkataan sejenis itu tidak akan menolong mengatasi persoalan.
Kalau mau menerapkan MQ ala Aa Gym, tidaklah terlalu rumit. Cukup ingat rumus-rumus yang diberikannya seperti kita mengingat rumus-rumus Fisika, Kimia, maupun Matematika. Selamat  
                                                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar