Kamis, 01 Mei 2014

Kiat ,AA, GIEM

5 Kiat Praktis Menghadapi Hidup Menurut Abdullah Gymnastiar

Image
Kali ini, saya akan mengupas isi buku kecil tulisan Abdullah Gymnastiar yang populer dengan panggilan Aa’ Gym. Tau kan ya siapa Beliau? Jangan bilang ga kenal ya.. hehehe. Yup, saya tertarik sekali untuk kembali menyajikan isi buku kecilnya. Kontennya sangat menarik untuk dipahami dan dihayati. Tentang apa siih ? well, buku kecilnya ini menyajikan “5 kita praktis menghadapi persoalan hidup”. Diproduksi di tahun 2011 dan di terbitkan oleh MQS Publishing, buku kecil ini hanya terdiri dari 32 halaman atau sekitar 16 lembar di luar cover buku. Tapi, temans… isinya sangat cetar membahana. Menyentuh dan sangat praktikal sekali. Secara personal, saya setuju sekali dengan apa yang Beliau kupas dalam buku ini. Penasarann…? hayuuuu di baca paragraf selanjutnya.
Well, menurut Aa’ hidup itu sebenarnya adalah episode penuh masalah. Masalah dihadirkan justru untuk memperkaya warna kehidupan. Coba ingat kembali, siapa yang selama hidupnya tidak pernah mendapatkan masalah? Tidak ada bukan..! tentu saja, bahkan Rasulullah sedari kecil sudah dihinggapi dengan berbagai masalah. Masih ingat seperti apa perlakuan yang diperoleh  Beliau di Mekkah ? dilempari batu dan kotoran unta, dikatain gila bahkan dikejar-kejar untuk dibunuh. Apa yang Rasulullah alami sebenarnya jauh lebih berat dari kita.  Berkaca dengan kehidupan Rasulullah, lantas membuat saya berpikir bahwa tidak ada gunanya berputus asa. Selalu dan Pasti ada jalan keluar. Rasulullah sudah mencontohkan dengan sangat baik bahwa jalan keluar itu adalah mendekatkan diri pada Pemilik semesta alam.
Image
Kawan, kita diibaratkan seperti pohon yang semakin bertambahnya usia maka semakin meninggi pula pohon tersebut. Masih ingat ya, semakin pohon tersebut meninggi maka sudah sewajarnya pula, angin yang menerpa pucuk pohon pun akan semakin kencang. Di buku kecil ini, berulang kali Aa’ Gym mengingatkan bahwa dalam kenyataannya hidup ini akan semakin berat. Semakin menanjak level kita, maka akan semakin besar tantangan yang harus diterima dan diselesaikan. Begitulah sunatullah nya..!
Pernah naik tangga kan ya? Atau pernah mendaki gunung ? coba kita ingat kembali, apa yang sobat rasakan ketika menaiki tangga di gedung bertingkat ? atau masih lekatkah di ingatan dirimu ketika mendaki gunung yang tinggi? Apa yang dikau rasakan saat itu? Lelah tidak ? Tentu, semakin kita menaiki undakan tangga, maka energi yang dibutuhkan akan semakin besar. Kemudian, kita akan berpeluh keringat dan nafas pun akan terengah-engah.  Begitulah yang akan terjadi pada hidup jika kita memutuskan naik level. Akan sangat banyak pengorbanan dan energi yang wajib kita keluarkan. Pun kita harus akan segera berpeluh dan terengah-engah pada fase itu. Contoh real-nya saja adalah saya sendiri. Beberapa bulan yang lalu, saya memutuskan untuk sekolah lagi. Saya sangat tahu, memutuskan untuk kembali bersekolah lagi adalah keputusan yang penuh tantangan. Karena dengan bersekolah lagi maka saya sadar bahwa saya akan segera kembali berkutat dengan tugas kuliah maupun thesis. Banyak sekali pengorbanan yang pasti dilakukan. Apa itu? Yaaa,, hidup sendiri di tempat orang, jauh dari orang tua dan keluarga, tugas-tugas kuliah yang menggila, tuntutan universitas dan sebagainya. tapi, saya bisa saja tidak  mengambil pilihan ini . kembali berkumpul dengan keluarga tercinta, teman-teman,  dan hanya menyibukkan diri dengan aktifitas mengajar. Tapi, pasti saya tidak akan pernah bisa belajar banyak. Sebanyak apa yang saya dapatkan saat ini. Dengan keyakinan penuh, saya sangat menyadari akan tiba masanya dimana saya akan segera menikmati perjuangan ini. Bukankah tidak ada kesulitan yang kekal ?
Kembali dalam buku ini, Aa’ gym menghentak saya dengan paradigma bahwa justru permasalahan, tantangan dan hambatan yang dialami manusia dalam hidup, sebenarnya adalah karunia Allah. Suatu karunia karena  dengan permasalahan itulah kita mampu belajar banyak. Beliau menjelaskan di saat- saat seperti ini biasanya peluang untuk semakin dekat dengan Allah justru lebih besar. Kenapa ya? Karena bukannya kita lebih banyak ingat Allah justru saat sempit melanda. *sighh…*
Lebih lanjut, Aa’ gym menggambarkan orang-orang yang dalam hidupnya tidak  pernah mengalami masalah atau tantangan, maka mereka pun tidak akan memiliki tingkat kesungguhan yang tinggi dalam memohon pertolongan Allah. Mental mereka tidak akan terdidik dan terlatih untuk menjawab tantangan kehidupan. Sebetulnya, hidup itu memang benar-benar bagaimana cara kita menyikapinya. Oleh karenanya, lima kiat praktis dan sederhana disajikan oleh Beliau dalam buku kecilnya, check it out ya ..
  1. Siap
Bersiap akan apapun yang segera menimpa kita adalah langkah pertama yang disajikan dalam buku ini. Point pentingnya adalah melatih mental dan mendewasakan diri, agar ketika masalah itu menerpa, kita justru sudah siap dan cukup kuat untuk menghadapinya. Menurut saya, sulit untuk dilaksanakan tapi mudah sekali menuliskannya disini. Tapi disini, lagi-lagi Penulis mengingatkan bahwa dalam hidup ini tidak jarang terjadi sesuatu yang di luar jangkauan kita, diluar dugaan dan kemampuan untuk mencegahnya. Jika tidak siap, maka segera kita akan dipenuhi oleh kekecewaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan dan sebagainya. Satu hal yang pasti, selalu ingatlah Allah swt selalu punya rencana terbaik untuk kita. Dia yang maha tahu atas segala sesuatu, berkuasa atas dunia dan seisinya.  Jadi, cukup Allah saja tempat menghamba dan mengharap. Mohonkan saja, agar kita tetap berada disisiNya saat angin kencang itu menerpa. Ingat selalu ingat bahwa tidak ada kesulitan yang kekal pun tidak akan pernah ada kemudahan yang tak berkesudahan. Semuanya hadir silih berganti agar kita lebih dewasa dan bijaksana menyikapinya.
2.      Ridha
Benar kawan, meridhoi apapun yang sudah terjadi merupakan salah satu tips sederhana itu. Kata Aa’ Gym, ketika berada di episode yang sulit, kita harus benar-benar arif dalam menyikapi setiap episode dengan lapang dada dan berkepala dingin serta ikhlas. Berkeluh kesah justru tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Saat itu terjadi, tetaplah berbaik sangka padanya. Ingat,,,..! ada sesuatu yang Allah ingin kita pelajari disini. Ia mendidik  kita, menjadikan kita lebih kuat. Berbaik sangkalah, insya Allah maka kelapangan itu akan segera diperoleh. Aa’ menjelaskan bahwa sudah waktunya kita belajar menerima kenyataan yang ada. Tapi jangan dirimu lupakan, pikiran dan tubuh wajib berikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang Allah ridhoi.
3.      Jangan mempersulit diri
Disini saya kembali tercekat dengan untaian tulisan penulis. Menurut Beliau, sesungguhnya kita ini paling hobi mendramatisasi dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Benar sekali..! justru inilah yang acapkali saya alami. Masalah kebanyakan dipikirkan dengan cara yang rumit dan tentu saja sikap inilah yang semakin membuat permasalahan  lebih seram, lebih besar, lebih pahit dan lebih pilu dari kenyataan yang ada.
Maka, dalam menghadapi persoalan apa pun  jangan segera terhanyut dan tenggelam dalam pikiran yang salah. Tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan pertolongan Allah adalah tips luar biasa yang kudu dilaksanakan. Karena menurut penulis, ujian berupa persoalan hidup adalah salah satu cara Allah dalam menyaring mana hamba-hambaNya yang benar-benar beriman kepadaNya. Disini, Allah akan melihat bagaimana respon kita terhadap masalah-masalah tersebut.
4.      Evaluasi Diri
Ya…. segera evaluasi diri kita saat persoalan itu hadir. Karena dianalogikan oleh penulis bahwa hidup ini bagai gaung di pergunungan. Apa yang kita bunyikan, suara itulah yang akan kembali kepada kita. Artinya, segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. Bukankah Allah itu maha peka ? maka sekecil apa pun yang kita lakukan akan segera mendapatkan balasan dariNya. Dengan mengevaluasi diri maka diharapkan kita akan menjadi jauh lebih baik. Membaik karena belajar dari permasalahan yang ada dan tidak mengulanginya lagi. Jadikanlah setiap masalah menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Karena dengan begitulah, karunia dari problema kehidupan bisa segera dipetik. ^^
5.      Hanya Allah satu-satunya pertolongan
Lagi, disini Beliau kembali menekankan untuk tidak takut pada persoalan kehidupan. Yang seharusnya kita takutkan adalah sikap berputus asa dari luasnya rahmat pertolonganNya. Ingat kawan, sesungguhnya, tidak akan terjadi sesuatu kecuali atas izin Allah. Pahami konsep ini ! karena dengan memahaminya, kita justru akan terlecut bahwa persoalan yang tengah dihadapi adalah salah satu bentuk skenarioNya. Jangan takut….! Allah pasti menyediakan jalan keluarnya. Jadikanlah Ia sebagai satu-satunya tempat menghamba, memohon dan mengharap pertolongan. Percayalah, kita tidak akan menemui kekecewaan barang sedikit pun jika menghamba padaNya. Tidak,..! segera tidak akan kita temui..! karena Dia-lah pemilik setiap hembusan nafas yang kita miliki. Jadi, percayalah He will never leave us alone. NEVER..!!!
Begitulah 5 tips praktis yang dikemukakan oleh seorang Abdullah Gymnastiar. Luar biasa menurut saya. Karena saya belajar banyak dari buku kecil dan tipis ini. Teringat dirimu, maka segera saya hadirkan kembali isi buku ini disini. Hmmmm….. Saya hanya ingin teman-teman merasakan apa yang rasakan ketika membaca buku ini. Tulisan saya ini tidak begitu bagus, pun masih banyak kekurangan disana-sini. Sebenarnya, saya harus mengendapkan tulisan ini sebelum dipublish. Tujuannya, agar dikemudian hari kesalahan-kesalahan yang tercipta bisa diperbaiki. Hehe tapi,,,, saya justru merindukan feedback dari kalian. Dan kemudian, berdasarkan masukan itu nanti akan saya edit dan dijadikan acuan untuk postingan selanjutnya. Hehehe..! So,, this life is only our outlook towards life.
#tulisan saya yang jelek ini jangan di plagiat ya,, hehehe… jika, ingin di re-post, silahkan dengan mencantumkan alamat blog saya#

Leave a Reply

Tidak ada komentar:

Posting Komentar